Jumat, 27 Maret 2015

Safari Syariat Islam Sumut "Mengukur Bahaya ISIS di Indonesia"



PELAKSANAAN SAFARI SYARIAT ISLAM SUMATERA UTARA
SEMINAR NASIONAL – TABLIGH AKBAR – TEMU TOKOH ISLAM SUMUT

Audiensi Panitia Safari Syariat Islam Sumut, dengan Kapolda
Sumatera Utara yang diwakili oleh Dir Binmas Poldasu
 Negara-Negara di dunia akhir-akhir ini seakan di kagetkan dengan kehadiran suatu kelompok baru yang berlandaskan Islam. Kelompok ini dianggap oleh Negara-Negara Internasiona    l adalah kelompok agama yang radikal, bahkan ada yang menyebutkan bahwa kelompok ini adalah teroris. Kelompok dalam bahasa Arab, negara ini disebut Daulah Islamiyyah fie Iraq wa Syam, atau dalam bahasa Inggris ditulis dalam beberapa versi. Ada yang menyebutnya Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL), Islamic State in Iraq and Syria (ISIS), dan ada juga yang menyebutnya Islamic State in Iraq and al-Shām (juga disingkat ISIS)  adalah sebuah negara dan kelompok militan jihad yang tidak diakui di Irak dan Suriah.

ISIS ini seolah menjadi masalah besar dan baru bagi Negara-negara internasional. Hal ini dikarenakan ISIS merupakan kelompok yang didukung dan didirikan oleh berbagai kelompok pemberontak Sunni, termasuk Dewan Syura Mujahidin dan Al-Qaeda di Irak (AQI), termasuk kelompok pemberontak Jaysh al-Fatiheen, Jund al-Sahaba, Katbiyan Ansar Al-Tawhid wal Sunnah dan Jeish al-Taiifa al-Mansoura, dan sejumlah suku yang mengaku Sunni. ISIS dikenal karena memiliki interpretasi atau tafsir yang keras pada Islam . Target serangan ISIS diarahkan terutama terhadap Syiah & Amerika.

Perkembangan pergerakan ISIS inipun dirasakan oleh bangsa Indonesia, dimana sudah ada saudara kita yang mengikrarkan bahwa mereka bergabung kepada kelompok ISIS ini bahkan merekapun mengajak warga Negara Indonesia lainnya untuk mau bergabung bersama mereka ini. Kontroversi keberadaan organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merebak belakangan ini, setelah beredar video di youtube yang menayangkan pria berbahasa Indonesia mengajak untuk bergabung dengan ISIS. Kekhawatiran kemudian muncul terkait apakah isu ISIS ini dimunculkan hanya untuk mengalihkan perhatian publik dari kekisruhan Politik di NKRI. Berita dan perbincangan mengenai ISIS juga mendominasi headline surat kabar maupun media elektronik, mengalahkan kabar mengenai virus ebola yang telah menewaskan lebih dari 700 orang di Afrika. Pihak pemerintah melalui Kementerian Agama telah mengumpulkan berbagai Ormas Islam untuk menangkal eksistensi ISIS di Indonesia.

Audiensi Panitia Safari Syariat Islam Sumut, dengan Kapolda 

Sumatera Utara yang diwakili oleh Dir Binmas Poldasu


Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, gerakan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mampu menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Banyak pihak yang khawatir gerakan tersebut tumbuh subur di Indonesia. Dilihat dari karakteristik pergerakanya, kemunculan ISIS dianggap mirip dengan kemunculan Ikhwanul Muslimimin. Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya bergama Islam dan jumlahnya terbesar di dunia, maka besar kemungkinan Indonesia menjadi target dari ISIS dalam upayanya menegakan khilafah tersebut.
Menag dan ormas Islam juga sependapat untuk menolak keberadaan gerakan ISIS di bumi Indonesia. Menag bahkan mengancam akan mencabut kewarganegaraan orang yang berangkat ke Irak/Suriah dalam rangka bergabung dengan ISIS.
Berangkat dari pemikiran tersebut, Elemen Ormas Islam di Sumatera Utara & Medan, akan menggelar sebuah ‘SAFARI SYARIAT ISLAM SUMUT”, yang akan mengadakan “Seminar Nasional”, “Tabligh Akbar” dan “Temu Tokoh Islam Sumut”, dengan Thema Utama “Mengukur Bahaya ISIS di Indonesia”, dan Sub Thema “Refleksi Upaya Penegakan Syariat & Khilafah”, dengan menghadirakn tokoh-tokoh Nasional & Sumatera Utara yang berkompeten untuk menjawab, SIAPA ISIS? BAGAIMANA SEJARAHNYA?? DAN SEBESAR APA BAHAYANYA?”, yakni :
1.       Kapolda Sumatera Utara, Irjen.Pol. Eko Hadi Sutedjo,
2.       Tokoh Aktifis Nasional, Munarman SH,M.Hum (Jakarta),
3.       Tokoh Pergerakan Islam Nasional, Ustdz Fauzan Al Anshori (Jakarta),
4.       moderator, Rafdinal, S.Sos, M.Ap (Ketua Forum Masjid Medan-Dosen UMSU)

Acara yang digawangi oleh : Liga Muslim Indonesia (LMI) Sumut, Korps Alumni HMI (KAHMI) Medan, Forum Ukhuwah Binaul Ummah (FUBU), Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB), Kesatuan Mahasiswa Islam (KMI) Sumut, Kelompok Study “Jalan Lurus Generasi Akhir Zaman” (JALUR GAZA), Persatuan Remaja Islam Taqwa (PRISTA), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kom.Fak.Ushuluddin UNI Medan & PUSKAPOL UIN Medan ini akan dilangsugkan pada
Hari/tgl                 : Ahad (Minggu), 05 April 2015,
Seminar / Dialog Publik
Waktu                                   : Pukul 09.00 WIB s/d 12.00 WIB
Tempat                                : Aula PUSBINSA UIN Medan

Tabligh Akbar
Waktu                                   : Pukul 16.00 WIB s/d 18.00 WIB
Tempat                                : Masjid Nurul Iman,Pasar XIII Limau Manis Tanjung Morawa

Temu Tokoh Islam Sumut
Waktu                                   : Pukul 20.30 WIB s/d 23.00 WIB
Tempat                                : Hotel Madani, Jl SM Raja Medan

Melalui rangkaian acara ini, diharapkan agara masyarakat secara umum dapat mengenal secara pasti, sesuai data & fakta yang terkait dengan ISIS sehingga menjadi jelas seberapa besar bahayanya bagi Umat Islam Bangsa Indonesia dan Republik Indonesia.

Wassalam.
Afrian Efendi (Sekretaris LMI Sumut)
Ketua Panitia Pelaksana SAFARI SYARIAT ISLAM SUMUT “Mengukur Bahaya ISIS di Indonesia
Contac : 085270562145

LINK